Pak Harfan: Semangat Pengabdian Seorang Guru

November 4, 2008 pukul 1:03 pm | Ditulis dalam Pendidikan | 4 Komentar
Tag: , , ,

ImageHost.org

“Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya” (Pak Harfan,dalam film Laskar Pelangi)

Kata-kata yang diucapkan tokoh pak Harfan dalam film laskar pelangi itulah yang terus terngiang di telingaku setelah aku dan anak-anak anggota tim TIK selesai menonton film itu beberapa hari yang lalu. Sebuah kata-kata bijak yang penuh arti dan menjadi sesuatu yang terpatri dalam sanubari siswa-siswinya karena pak Harfan bukan hanya mengucapkannya,melainkan juga mengamalkan dalam kehidupannya.

Meskipun itu semua cuma rekaan dalam sebuah film, namun aku menilai semangat yang ditularkan sosok pak Harfan dan bu Muslimah dalam film laskar pelangi kiranya dapat menjadi ibrah, sumber hikmah bagi para pendidik di negeri ini. Bagaimana dalam kondisi yang serba sulit kedua sosok pendidik ini terus memberikan dorongan semangat yang luar biasa kepada murid-muridnya untuk menggapai cita-citanya ,menggapai indahnya pelangi. Aku yakin dalam kehidupan nyata, banyak sekali sosok-sosok pendidik seperti pak harfan dan bu Muslimah yang mengajarkan ilmu dengan sepenuh hati. Mengukur tingkat keberhasilan dan kecerdasan anak didiknya bukan dengan angka-angka namun dengan kemuliaan hati.

Salah satu acara di stasiun televisi swasta pernah mengangkat sosok guru di daerah Banten yang mempunyai pekerjaan sambilan sebagai seorang pemulung. Keterbatasan ekonomi tidak sedikitpun menyurutkan dedikasi beliau untuk anak didiknya. Meskipun untuk kebutuhannya ekonominya beliau harus menjalani pekerjaan yang oleh sebagian besar orang dianggap rendah.

Terkadang aku merasa trenyuh, melihat rekan-rekan guru PNS yang menjalankan amanahnya dengan “seadanya”. Padahal tingkat kesejahteraan mereka sudah sangatlah terjamin. Golongan dan pangkat mereka sudah tinggi, ditambah lagi tunjangan sertifkasi guru yang juga sudah disalurkan. Namun ruhul jihad, semangat pengabdian serasa pudar dari diri mereka. Yang ada pada mereka adalah rutinitas – melaksanakan kewajiban- itu saja .

Kata-kata yang diucapkan pak Harfan kiranya dapat menjadi sebuah penggugah bagi para guru dan pendidik di negeri ini. Bahwa menjadi seorang guru, terlepas itu merupakan sutu pekerjaan, profesi atau yang lain hendaknya didasarkan pada semangat mengabdi. Menganggap bahwa tugas menjadi seorang guru merupakan amanat dari Allah untuk menyampaikan serta berbagi ilmu dan hikmah kepada sesama. Berusaha menyampaikan kebenaran dengan sepenuh hati, siap untuk memberi sebanyak-banyaknya dan siap pula untuk tidak menerima (balasan) sebanyak-banyaknya. Karena dengan landasan itulah akan tercetak generasi-generasi penerus yang tidak hanya mempunyai kelebihan kecerdasan otak saja, namun juga mempunyai kemuliaan hati.

Al Yadul ‘Ulya Khoirun Minal Yadis Sufla …..

Iklan

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://pendidikan.infogue.com/pak_harfan_semangat_pengabdian_seorang_guru

  2. menurut saya pendidikan di indonesia kurang mendapat perhatian dari pemerintah,
    karena pemerintah hanya mengutamakan pejabatnya saja,
    contoh:
    1.Apbn yang digunakan untuk pendidikan hanya 20%, sedangkan yang lain
    kemana?
    2.usulan untuk merenovasi sekolah yg rusak hanya disetujui 1/5 saja! sedangkan untuk seragam para pejabat dana yang di sediakan sampai 25juta! bukankah itu pemborosan?

    sekian komentar saya

    wassalamualaikum.wr.wb

  3. menurut saya artikelnya boleh juga.
    memang qt perlu belajar banyak dari berbagai hal yang dapat qt nikmati dg indera qt.
    semangat ya….

  4. menurut saya “oknum” PNS macam gitu kita doakan moga-moga hatinya dibuka dan sadar mengenai kelakuannya, tapi bila tidak sadar semoga secepatnya….
    misalkan sudah pangkat IVa, tunjangan tethek bengek..tunjangan sertifikasi dapat eh…malah minta gaji tambahan di luar itu semua, huh dasar…

    semoga kita bisa mengambil hikmahnya, amin..
    serta kita bisa mendidik generasi bangsa ini bukan dari nilai rupiah tapi jihad mulia…

    @ mas teddy:
    Kita sepatutnya mendo’akan oknum tersebut agar diberikan hidayah sehingga dapat melaksakan kewajibannya sebagaimana mestinya. Mari kita mulai sesuatu yang baik itu dari diri kita sendiri dan mulai saat ini juga. Bismillah…pasti kita bisa!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: