Kapankah UAN bersih dari kecurangan?

April 27, 2009 pukul 8:57 am | Ditulis dalam Pendidikan | 21 Komentar
Tag: , , , , ,

curang11

Hari gini masih jujur???……..hancur….!!!. Itulah salah satu guyonan yang dilontarkan seorang guru kolega saya, saat kami ngobrol santai di serambi musholla beberapa jam yang lalu. Saya sempat tertegun, karena meskipun hanya guyonan yang sifatnya spontan namun itu adalah fakta yang banyak kita temui di lingkungan pendidikan negeri ini. Terutama terkait dengan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN).

Bukan menjadi rahasia lagi bahwa pelaksanaan UAN sarat dengan berbagai kecurangan. Kecurangan itu bukan hanya melibatkan siswa/anak didik sebagai pelaku utama, akan tetapi secara menyeluruh juga melibatkan komponen-komponen pelaksana UAN sendiri yang meliputi : Penyelenggara (Sekolah/guru), Pengawas, Tim Pemantau, atau bahkan Dinas pendidikan setempat. Kalau dirunut, kita akan pusing sendiri. Ibaratnya kita akan berusaha mengurai benang yang kusut….. ruwet…mbulet…mumet .

Saya terkadang bergumam sendiri dalam hati, pantas negeri kita ini pernah meraih rangking dalam status negara terkorup di dunia karena banyaknya kasus korupsi yang terjadi. Negara kita terbukti mencetak SDM-SDM yang tidak jujur. Karena ya itu tadi… sistem penilaian pendidikan di negeri ini sudah mengajarkan kita untuk tidak jujur.

Anda bisa bisa bayangkan, mulai kelas 1 sampai 6 SD/MI semua siswa negeri ini diajarkan tentang pendidikan moral dan agama (melalui pelajaran pendidikan kewarganegaraan (dulu PPKn) dan pelajaran agama sesuai keyakinannya). Dan ketika sampai pada saat tahap penilaian akhir….. semua pengajaran itu diciderai dengan berbagai tindakan kecurangan yang terjadi selama UAN. Hai ini berulang ketika anak-anak memasuki jenjang pendidikan SMP dan SMA. Kalau diibaratkan, kita sedang membangun sebuah gedung. Pada saat proses “finishing”, bangunan tersebut kita rusak kembali dengan tindakan-tindakan bodoh seperti mencopot semua pintu yang telah terpasang, melobangi tembok-tembok yang sudah di cat, dsb. Sehingga gedung yang didirikan itu pastilah menjadi gedung yang cacat, cacat karena tidakan yang semestinya tidak perlu dilakukan . Sekali lagi, saya tidak akan mengupas penyebab kecurangan UAN, anda bisa mencari bahkan bisa menganalisa sendiri kenapa kecurangan ini terus terjadi. Pendapat saya (seperti postingan saya sebelumnya), bahwa UAN (terutama standarisasinya), telah menjadi HANTU bagi sistem pendidikan kita. Dan sudah semestinya para”birokrat pendidikan” diatas sana memikirkan tindakan agar hantu itu tidak lagi mengganggu dan menghantui.

Harapan saya adalah sistem pendidikan kita dapat mencetak SDM yang memperoleh keberkahan dalam kelangsungan hidupnya. Dan kunci keberkahan itu adalah nilai-nilai kejujuran yang senantiasa dipelihara dan dijunjung tinggi. Kejujuran adalah kunci keberkahan. Kalau kejujuran sudah hilang di tengah-tengah masyarakat, keberkahannya pun akan hilang pula. Dan apabila keberkahan sudah hilang, kehidupan menjadi kering, hampa tanpa makna. Kehidupan akan diwarnai dengan kegelisahan, kekhawatiran, ketakutan, kecemasan, dan kekecewaan karena sulit mencari manusia yang jujur.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Iklan

21 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Susah UAN akan bersih dari kecurangan jika pemerintahnya masih seperti sekarang…mental tidak jujur masih dipelihara. So kalau siswa sudah diajari tidak jujur dari sekolah, nah wajar ntar kalau dia jadi pejabat yah kayak gini jadinya, lebih parah lagi.

  2. @yorasaki:
    Sebenarnya kalau ada kemauan pastinya ada jalan. Yang perlu kita pertanyakan adalah sejauh mana kemauan Pemerintah untuk merubah kondisi pendidikan di negara kita ini ke arah yang lebih baik. Bukan melakukan perubahan demi kepentingan sesaat saja. Selama ini dunia pendidkan kita selalu dicampuri dengan kepentingan-kepentingan politik, penanganannnya pun dilakukan oleh orang yang bukan “ahli di bidang pendidikan ” serta kurang mencintai dunia pendidikan. Kata Nabi apabila sesuatu itu diserahkan kepada yang bukan ahlinya….maka tunggulah saat kehancurannya. Para pakar dan pencinta pendidikan… ayo kita selamatkan pendidikan di negri tercinta ini!!!

  3. Benar, karena sistem pendidikan di sekolah masih amburadu dan tidak merata di setiap sekolah, di setiap wilayah, di setiap provinsi, di setiap kota-desa, maka tidak sedikit sekolah mendidik sikap mental siswa untuk mencapai sesuatu secara instan. Sehingga baik siswa maupun tenaga pendidik cenderung terbentuk watak ‘manusia instan’. Yang paling parah adalah banyak tenaga pendidik di sekolah-sekolah merasa bahwa mereka mendidik siswa-siswi hanya untuk meluluskan siswanya dari UN. Proses panjang dalam belajar-mengajar selama 3 atau 6 tahun, hanya ditentukan 3-6 hari Ujian. Tindakan kecurangan sistematisnya pun melibatkan berbagai pihak seperti Pak Gus kemukakan.
    ***
    Dalam hal ini saya lebih memberikan solusi mendasar bagi pemerintah yakni perbaikin dulu sistem ‘hulu pendidikan’, baru secara beriring masuk pada ‘hilir pendidikan’ yakni ujian nasioal yang bersih dan terarah [persiapan dan proses yang lebih merata]
    Karena selama ini pemerintah masih sangat kurang memperhatikan peningkatan kualitas guru (termasuk mental atau “moral PKN”), kelengkapan sarana dan prasarana sekolah, dan akses informasi yang lengkap secara merata di seluruh pelosok negeri.

  4. @nusantaraku:
    Semoga “birokrat pendidikan” diatas sana mendengar,memperhatikan solusi yang seperti anda kemukakan. Masalahnya terkadang mereka itu “kura-kura dalama perahu=pura-pura tidak tahu“. Atau kadang mereka tahu, namun anda tau sendiri kan?. Banyak tangan-tangan lain yang berkepentingan dan turut campur dalam sistem pendidikan kita.

  5. UAN bersih dr kecurangan, ya nanti kalo siswanya sudah pada jenius dan cerdas serta semua yakin 100 % buat lulus

  6. baru saja saya melihat tayangan “telusur” si sebuah stasiun TV yang mengungkap ttg pola2 keucrangan UN. suh sungguh memprihatinkan, gus. mereka membocorkan kunci jawaban UN secara vulgar. yang memprihatinkan, ternyata justru pengawas yang membacakan kunci jawaban. 30 menit pun selesai. makin hancur deh! kejujuran di negeri ini sudah tak lagi ada nilainya.

  7. @Noviato P.R :
    Amiin…. Menurut saya yakin itu pak yang terpenting. Semua komponen (siswa,guru,kepsek, pengawas,korwas,ketua rayon,kepala UPTD, sampai Menteri pendidikannya )harus yakin bahwa sesuatu yang dipersiapkan dan dikerjakan dengan sungguh-sungguh…insya Allah akan memberikan hasil yang memuaskan. Tetapi tidak termasuk untuk “mempersiapkan berbuat curang dengan baik-baik “lho pak….

    @sawali tuhusetya:
    ada kasus yang lebih seru lagi Pak…. Pengawas belum membagikan soal, tapi anak-anak sudah mengisi LJKnya hampir separuh dari total seluruh jawaban. Sakti ya…
    Kuping saya ikut panas ketika ada warga negara tetangga yang bilang” di Indonesia semua bisa dibeli” ,terhina rasanya negri tercinta ini…Namun fakta di UAN menunjukkan kebenaran pernyataan itu, di negara ini semua bisa dibeli…termasuk kejujuran.

  8. orang-orang idealis memang masih diperlukan
    gak tahu apa diperlukan untuk menyampaikan idenya, atau
    diperlukan untuk sekedar memenuhi hukum …”perbedaan itu memang harus ada…..”
    saya juga telah menaut blog mantab ini

  9. uan yang mana pak yang curang
    uan maharani?
    uan antono?
    hi…lari……
    Artikel terbaru dari budies: bikin aquarium sendiri

  10. @budisan68:
    biasanya orang idealis akan menjadi “orang yang nrimo” manakala ia sudah terbawa arus pusaran sistem. Ia tak kuasa lagi bersuara sumbang..ia “dengan terpaksa” harus menyamakan suara dengan sesama anggota tim paduan suara yang lain.
    Uan yang berbuat curang????…………sstt (off the record aja pak…banyak intel yang ngawasi nih)..hi..hi

  11. mungkin jaman sekarang kecurangan sudah menjadi bahan tradisi bagi bangsa ini gus

  12. Persoalan UAN juga mestinya harus dijadikan perhatian oleh para pejabat daerah. Tidak melulu hanya mengejar target 100 % kelulusan namun dengan cara-cara kotor. Menekan para kepala diknas, kepala sekolah, dan para guru untuk bergotong royong membocorkan kunci jawaban.

  13. budaya .. budaya ya mas
    begitu melekat.
    Mudah-mudahan kedepan tetap ada orang-orang yang berani meninggalkan budaya “ndak jujur”
    Salam kenal

  14. UAN
    kalau bicara soal kejujuran…….ya harus liat dulu yang bikin peraturan. Kalau peraturan dibikin oleh orang yang habis buat ….hanya mengharapkan gaji/bayaran , itu namanya kurang ikhlas…..
    he…he……he…..kayak guru, aq jadinya
    Tapi kalau bnyak yg gak lulus karena uan …kasihan juga anak2 kita, masak yang dinilai cuman 4 itu doang, gak fair nih namanya
    Kecurangan UAN ADA karena yang bikin UAN itu sendiri sudah diskriminasi sama anak2,…..jadi ya, ……no problem
    kalau gak setuju dengan pendapat saya……….silahkan debat.
    yang penting, bisa membuat murid paham mengapa kelulusan harus lewat UAN
    “fREEDOM caME MY way ONE DAY…!!!”

  15. Kalo saya berpandangan sedikit filosofis, rasanya semua ini adalah bentuk dari masyarakat yang semakin bersifat materialis. nilai idealisme, moral, rasa malu, agama, sudah menjadi barang aneh. semua hanya mengejar materi.
    tak ada lagi yang namanya pengabdian, rasa tulus, atau pengayoman, atau juga akhlak. yang ada hanya untung rugi, status kedudukan atau citra diri di hadapan yang lain.
    saya hanya bisa berdoa semoga orang dengan pendirian moralis idealis tetap teguh pada pendiriannya, sambil menjaga lingkungan terdekat kita (keluarga,teman dekat, pergaulan dll) tetap dalam pola pikir sehat secara moral dan etika.

    salam kenal pak 😀

  16. Sebagai guru di sekolah yang sangat menjujung kejujuran, saya prihatin dengan negeri ini. Pemerintah di satu sisi memberantas KKN NAMUN, DISISI LAIN MENCIPTAKAN JUTAAN KORUPTOR.
    Selain itu saya bangga dengan Walikota Solo karena kecurangan UAN insyaallah kecurangan bisa ditekan.Hal ini berkat kerjasama antara LSM,POLISI DAN TIM INDEPENDEN YANG BETUL-BETUL SOLID.

  17. Berat karena mental curang masih ada dan belum ada sanksi tegas…

    Salam kenal mas, blog sudah saya add mas, mohon di linkback. Terimakasih.

  18. @mascayo,racheedus,babalism,Zons, siti hariyah:

    Mudah-mudahan para capres&cawapres yang akan kita pilih pada tanggal 8 juli 2009 nanti tidak “menutup mata’ dengan fakta yang ada ini… sehingga tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dapat tercapai..bukan hanya cerdas secara intelektual…tetapi juga “cerdas” akhlaqnya..

    @dins :

    Salam kenal juga…terima kasih sudah mampir ke blog saya. Blog anda sudah saya linkback.

  19. SUSAH pake banget Gan kalo UAN tanpa kecurangan…
    apapun itu entah dari pihak guru2 atau murid pasti selalu
    pengen yang terbaik…..
    sebesar apapun sekecil apapun,
    KECURANGAN uan akan terus terjadi,….. 🙂

    mampir dung gan ke Blog saia… 😀

  20. kapan ya pak, UN tidak ada lagi kecurangan!!!

  21. Saya saat ini sedang Galau dengan mekanisme UN. Tapi ada yang menarik tentang UN tahun ini. Silahkan disimak ulasan saya di blog saya http://andibakhtiar.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: