BELAJAR SENANG DAN SENANG BELAJAR

April 6, 2011 pukul 4:11 pm | Ditulis dalam Pendidikan | 12 Komentar

Di dalam al-Qur’an disebutkan, bahwa manusia merupakan makhluk yang mempunyai sifat cinta kepada kesenangan. Sifat itulah yang membuat manusia mengerahkan seluruh tenaga dan waktunya untuk memburu kesenangan. Meskipun secara umum kesenangan itu diidentikkan dengan harta dan kekuasaan, tetapi ada beberapa orang yang memiliki kesenangan yang dianggap orang lain bukan kesenangan. Contohnya adalah belajar. Bagi kebanyakan orang, belajar bukanlah sebuah kesenangan, tetapi ada beberapa orang yang menganggapnya sebagai kesenangan.

Mengapa hal itu bisa terjadi ? Jawabannya adalah belajar itu sendiri. Artinya, seseorang bisa senang kepada sesuatu karena dia belajar menyenangi hal itu. Keinginan belajar untuk menyenangi itu kemudian menjadikan hal yang tidak disenangi menjadi sebuah kesenangan.

Dalam hal ini, faktor yang menjadi penentu keberhasilan dari proses ini adalah adaptasi. Seseorang yang mampu beradaptasi  dengan cepat, maka dia mampu menyenangi sesuatu dengan cepat.

Ketika seorang siswa memasuki sebuah lembaga pendidikan, hal pertama kali yang harus dilakukan adalah adaptasi terhadap lingkungan sekolah. Adaptasi sangat penting, karena hal ini sangat berkaitan erat dengan kenyamanan siswa dalam belajar. Selain beradaptasi dengan teman dan guru yang tidak kalah pentingnya adalah siswa harus beradaptasi dengan kegiatan belajar. Dalam proses adaptasi ini peran guru sangat krusial, yaitu membantu siswa agar bisa belajar menyenangi kegiatan belajar di sekolah. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membua suasana kelas yang menyenangkan.
baca selengkapnya….

sst…..sst…..Ada UN Ulang

Juni 10, 2009 pukul 8:27 am | Ditulis dalam Pendidikan | 9 Komentar
Tag: , , , , , ,

11Hampir dua minggu ini kondisi fisik saya tidak mendukung untuk berlama-lama di depan komputer, kerjaan yang juga menumpuk adalah faktor lain yang ikut andil membuat blog ini terbengkalai…tak terurus.. Alhamdulillah, memasuki pekan kedua bulan juni “kesempatan” untuk berblogging ria kembali terbuka,….. I’ m coming….

Sebagaimana dilansir oleh beberapa media cetak maupun elektronik beberapa hari yang lalu, hampir 5000 siswa SMA divonis “tidak lulus” dalam pelaksanaan UN pada bulan Mei kemarin. Indikasi adanya kecurangan dialamatkan kepada mereka, sehingga “pantas” diberikan hukuman yang setimpal. Dugaan beredarnya “kunci jawaban palsu” dan sederet dugaan-dugaan yang lain pada akhirnya menjadikan para siswa itu hanya sebagai “korban”…..yah…korban dari suatu sistem dan kebijakan.

Pada tulisan yang pernah saya posting sebelumnya, memang pelaksanaan UN masih sarat dengan kecurangan. Kecurangan yang terjadi secara sistematis dan terstruktur, melibatkan komponen-komponen pelaksanaa UN sendiri. Seperti halnya tindakan korupsi yang telah mengakar dan hampir menjadi budaya di masyarakat kita, maka begitu pulalah tindakan kecurangan dalam pelaksanaan UN.

Mendiknas sendiri terkesan “lepas tangan” mengenai kasus ini dan melimpahkan sepenuhnya permasalahan kepada BNSP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Padahal sebelumnya beliaulah yang dikenal getol memperjuangkan pelaksaan UN. Benar-benar suatu ironi.

Dari serentetan permasalahan yang ada dalam pelaksanaan UN, Depdiknas selaku “otoritas pengendali sistem pendidikan” di negeri ini sudah semestinya “mengkaji ulang” pelaksanaan UN. Karena alih-alih akan meningkatkan mutu pendidikan, bukti di lapangan menunjukkan pelaksanaan UN justru menjadi”katalis” bagi terjadinya “kejahatan secara sistematis”.

Oh UN… riwayatmu kini………..

Kapankah UAN bersih dari kecurangan?

April 27, 2009 pukul 8:57 am | Ditulis dalam Pendidikan | 21 Komentar
Tag: , , , , ,

curang11

Hari gini masih jujur???……..hancur….!!!. Itulah salah satu guyonan yang dilontarkan seorang guru kolega saya, saat kami ngobrol santai di serambi musholla beberapa jam yang lalu. Saya sempat tertegun, karena meskipun hanya guyonan yang sifatnya spontan namun itu adalah fakta yang banyak kita temui di lingkungan pendidikan negeri ini. Terutama terkait dengan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN).

Bukan menjadi rahasia lagi bahwa pelaksanaan UAN sarat dengan berbagai kecurangan. Kecurangan itu bukan hanya melibatkan siswa/anak didik sebagai pelaku utama, akan tetapi secara menyeluruh juga melibatkan komponen-komponen pelaksana UAN sendiri yang meliputi : Penyelenggara (Sekolah/guru), Pengawas, Tim Pemantau, atau bahkan Dinas pendidikan setempat. Kalau dirunut, kita akan pusing sendiri. Ibaratnya kita akan berusaha mengurai benang yang kusut….. ruwet…mbulet…mumet .

Saya terkadang bergumam sendiri dalam hati, pantas negeri kita ini pernah meraih rangking dalam status negara terkorup di dunia karena banyaknya kasus korupsi yang terjadi. Negara kita terbukti mencetak SDM-SDM yang tidak jujur. Karena ya itu tadi… sistem penilaian pendidikan di negeri ini sudah mengajarkan kita untuk tidak jujur.

selengkapnya …

Hantu itu bernama UAN

April 24, 2009 pukul 4:28 pm | Ditulis dalam Pendidikan | 8 Komentar
Tag: , , ,

ghost2

Rina baru saja pulang dari acara do’a bersama (istighosah) di sekolahnya. Setelah beberapa bulan ini disibukkan dengan berbagai macam try out/ uji coba, pihak sekolah mengajak Rina dan teman-temannya sesama siswa kelas 9 untuk melakukan usaha batin” dengan menggelar acara do’a bersama . Ujian Akhir Nasional (UAN) bagi siswa/siswi SMP dan MTs memang sudah mendekati hari H , dan hampir enam bulan ini Rina disibukkan dengan dengan berbagai persiapan jelang UAN tersebut. Ceramah agama serta motivasi yang disampaikan mubaligh pada acara do’a bersama itu, agaknya masih belum bisa menghilangkan raut kecemasan yang tampak di wajah Rina.

Kalau beberapa minggu ini kita mengamati, banyak kejadian “caleg stress’ karena gagal dalam pemilu 9 April kemarin. Maka kalau kita jeli, kita juga akan banyak menjumpai kejadian seperti halnya yang dialami Rina pada ilustrasi diatas. Banyak siswa yang mengalami kecemasan atau lebih ekstrim bisa juga dikatakan stress dalam menghadapi UAN. Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) sendiri sampai saat ini masih menjadi perdebatan dikalangan masyarakat umum maupun di kalangan praktisi pendidikan sendiri. Banyak pihak yang pro dan tidak sedikit pula pihak yang kontra dengan pelaksanaan UAN, terutama dengan penentuan standar kelulusan yang setiap tahun terus mengalami perubahan.

selengkapnya…

Pak Harfan: Semangat Pengabdian Seorang Guru

November 4, 2008 pukul 1:03 pm | Ditulis dalam Pendidikan | 4 Komentar
Tag: , , ,

ImageHost.org

“Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya” (Pak Harfan,dalam film Laskar Pelangi)

Kata-kata yang diucapkan tokoh pak Harfan dalam film laskar pelangi itulah yang terus terngiang di telingaku setelah aku dan anak-anak anggota tim TIK selesai menonton film itu beberapa hari yang lalu. Sebuah kata-kata bijak yang penuh arti dan menjadi sesuatu yang terpatri dalam sanubari siswa-siswinya karena pak Harfan bukan hanya mengucapkannya,melainkan juga mengamalkan dalam kehidupannya.

Meskipun itu semua cuma rekaan dalam sebuah film, namun aku menilai semangat yang ditularkan sosok pak Harfan dan bu Muslimah dalam film laskar pelangi kiranya dapat menjadi ibrah, sumber hikmah bagi para pendidik di negeri ini. Bagaimana dalam kondisi yang serba sulit kedua sosok pendidik ini terus memberikan dorongan semangat yang luar biasa kepada murid-muridnya untuk menggapai cita-citanya ,menggapai indahnya pelangi. Aku yakin dalam kehidupan nyata, banyak sekali sosok-sosok pendidik seperti pak harfan dan bu Muslimah yang mengajarkan ilmu dengan sepenuh hati. Mengukur tingkat keberhasilan dan kecerdasan anak didiknya bukan dengan angka-angka namun dengan kemuliaan hati.

Salah satu acara di stasiun televisi swasta pernah mengangkat sosok guru di daerah Banten yang mempunyai pekerjaan sambilan sebagai seorang pemulung. Keterbatasan ekonomi tidak sedikitpun menyurutkan dedikasi beliau untuk anak didiknya. Meskipun untuk kebutuhannya ekonominya beliau harus menjalani pekerjaan yang oleh sebagian besar orang dianggap rendah.

selengkapnya …..

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.